PBAK UNUGHA Cilacap

Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali (UNUGHA) Cilacap diikuti oleh 232 peserta dari berbagai jurusan dan berlangsung selama 4 hari dengan tema “Al Ghazali Muda Generasi untuk Bangsa”. PBAK  bertujuan untuk memperkenalkan, mempersiapkan dan mengakselerasi mahasiswa baru dalam proses transisi menjadi mahasiswa yang sadar akan hak dan kewajibanya, memuat antara lain tentang sistem pendidikan tinggi kegiatan akademik dan kemahasiswaan serta kebijakan kampus, serta materi bela negara, radikalisme, penyalahgunaan narkoba sehingga dapat mendukung keberhasilan studinya di perguruan tinggi. Acara berjalan dengan lancar, tidak ada pembullian, tidak ada perpeloncoan senior kepada mahasiswa baru, berjalan sesuai dengan peraturan pemerintah surat edaran Ristek Dikti Nomor: 468/B/SE/2017 tentang Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru, kata Nani Kurniasih, S.T, M.Si (Ketua Panitia).

Acara ini berjalan dengan baik, karena bekerjasama dengan baik dari berbagai unsur baik dari Dosen, Tenaga Kependidikan, Pemerintah, Kapolres, Kodim, BNN, MUI, Pengurus BEM dan Mahasiswa, ungkap Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama, Shoiman Nawawi. Acara ini tidak hanya dilaksanakan semacam seminar saja,, juga lingkungan sekitar Kampus, bentuk kegiatannya ada Ziyarah Qubur Pendiri Pesantren Al Ihya Ulumaddin, Pendiri UNUGHA, juga ziyarah orang tua salah satu pejuang kemerdekaan RI bapak Wirjodihardjo dan ibu, adalah orang tua dari bapak Sukarjo Wiryopranoto yang ditetapkan sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional. Di samping ziyarah, mahasiswa baru juga diajak untuk Bela dan Beli di Pasar Kliwon, mahasiswa baru wajib belanja kebutuhan sehari-hari di pasar tersebut.  Pasar Kliwon adalah salah satu pasar tradisional di Kesugihan, tujuannya agar mahasiswa baru tidak asing dengan pasar tradisional karena banyaknya pasar-pasar modern yang berkemban, ada juga materi BAKSOS, Motivasi sukses belajar, berprestasi dan prospek peluang kerja lulusan perguruan tinggi dan green living movement di kampus seperti cinta kebersihan, cinta lingkungan, kepedulian mahasiswa, ungkapnya.

Pada acara PBAK ini, persiden mahasiswa Iqbal. juga mengungkapkan, mahasiswa juga harus paham bahwa dikampus bukan hanya menuntut ilmu dibidangnya, mereka juga belajar berorganisasi belajar mengelola diri dan belajar untuk menyalurkan bakat dan minat. pada kesempatan ini BEM juga merespon Krisis kemanusiaan besar yang terjadi di Rohingya berupa penggalangan dana BEM Peduli Rohingya.